Membangun Startup : DIGIGOV

Cerita pengalaman singkat tentang mencoba membangun startup DIGIGOV - Digital Government

digigov

Sekedar cerita pengalaman pertama mencoba membangun Startup dari awal bersama dua orang teman saya yang hebat. M. Gus Adib dan M. Choirul Nurkholiq. DIGIGOV artinya Digital Government yang bertujuan untuk membuang sistem yang bersifat manual ke sistem yang berorientasi digital dan paperless.

Seperti kata bang Romli, Darah muda darahnya para remaja, darah muda yang berapi api. Banyak ide yang tertimbun didalam benak para pemuda, namun kebanyakan ide itu tidak tertuang dengan benar di dunia nyata, alhasil malah cuma jadi sampah yang tertimbun di otak.

Begitupun dengan saya, seorang introvert yang kebanyakan ide tetapi hanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir di ujung otak. Beruntung ada seorang misterius yang belum saya kenal sebelumnya ngajakin untuk kerja sama membangun startup yang bergerak di bidang pemerintahan. Yakni kang Adib, seseorang yang udah lama berkelana di dunia pemerintahan, tahu seluk beluk dan ketidak efisienan sistem yang ada di pemerintahan (khususnya wilayah Jatim). Dari latar belakang itu muncul ide untuk membuat sebuah sistem terintegrasi yang ingin diterapkan di pemerintahan, baik wilayah desa maupun kota.

Permasalahan

Saya secara pribadi engga pernah tau, bahkan cenderung tidak peduli dengan sistem yang ada di pemerintahan. Saya kira selama ini ya baik baik saja, harus nya level pemerintahan yang posisi nya ada di bawah negara jelas sudah ada sistem yang mumpuni untuk kegiatan mereka bekerja. Tapi setelah mas Adib ini membongkar seperti apa sistem yang terjadi di pemerintahan ini, barulah pikiran saya terbuka dan kaget juga, tenyata level pemerintahan sistem nya masih semi manual. Nah dari sini Adib punya ide yang jika di terapkan di pemerintahan, optimis bisa mengefisiensikan kinerja mereka. Karena ide nya bukan ide saya, jadi saya ga berani untuk ungkapkan ide itu disini :D

Modal Dengkul

Ya gak dengkul juga kali, ada sih modal tapi ga sampe gede berpuluh - puluh atau ratusan juta gitu. Di fase ini mas Adib berjuang keras untuk mencari relasi mulai dari tambahan programmer baru, beberapa investor, dan lain lain (saya ga begitu paham detail nya haha). Pertama ketemu dengan teman nya seorang programmer PHP yang membantu diawal awal startup ini berdiri, tapi sifat nya temporary. Sampai akhir nya mencoba untuk ikut program inkubasi di Unair dan ITS (ceritanya mungkin akan saya post di blog post selanjutnya). Sedangkan pada fase ini, saya cuma diem aja sambil nyodorin tech stack apa yang akan kita usung, maklum saya bukan orang yang gampang bergaul :D

Anggota Tim Baru

Karena hebat nya mas Adib ini dalam skill "bergerilya" nya, akhirnya kita dapat sebuah project pertama dari pemerintahan Mojokerto untuk membangun sebuah aplikasi yang bernama e-LRA (Laporan Rencana Anggaran). Nah karena tim programmer nya cuma saya doang, akhirnya saya minta teman yang udah kenal lama semenjak di kampus, dan ilmu nya jauh lebih tinggi dari saya, yakni M. Choirul Nurkholiq. Oke, tim sudah siap, project pertama sudah siap, design sistem dan database ready, mulai kerja deh XD

Harapan

Karena starap ini masih awaaaallll banget, masih bayi banget. kami bertiga masih berusaha dan berupaya untuk mengembangkan starap ini (mungkin kedepannya jadi semacam software house haha), semoga apa yang kita usahakan bisa berbuah manis dikemudian hari. Amiinn


Ini cerita pengalaman aja loh ya, ga ada maksud sok sok an bikin starap biar dianggap kekinian atau gimana -_-. Tujuannya untuk share pengalaman, dan branding starap dikit dikit hahaha.

Semoga bermanfaat bagi pembaca postingan singkat ini :D