Gak selamanya berpikir negatif itu berakibat buruk, bahkan kita bisa mendapatkan manfaat jika mampu memanfaatkan dan mengendalikan si makhluk bernama negative thinking ini. Negative thinking ini sering kali berdampak buruk bagi kehidupan dan aktivitas kedepannya, contoh gampang nya :

  1. Pesimis untuk bisa mendapatkan peringkat 1 di sekolah
  2. Ragu - ragu untuk mengambil kesempatan yang langka
  3. Tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri
  4. dll

Dampak dari negative thinking dari contoh yang saya sebutkan diatas salah satunya adalah turunnya atau bahkan hilang nya semangat yang akan kita pakai untuk beraktifitas. Misalnya saja, kita pesimis untuk bisa mengerjakan suatu project dalam waktu yang tepat, sehingga nanti nya ketika proses pengerjaan project itu akan terganggu karena semangat kita udah loyo duluan.

Contoh diatas tadi merupakan cara berpikir yang lemah, karena ga semua berpikir negatif itu buruk dan hanya menyerah pada pikiran yang itu itu saja. Jika kita mampu mengolah dan menggunakan seluruh logika kita, negative thinking itu malah bisa jadi sebuah keuntungan loh. Loh kok bisa???

Memanfaatkan negative thinking untuk tindakan preventif itu sebuah kekuatan, bahkan nilai plus dari positive thinking. Secara pribadi, saya selalu berfikir negatif terlebih dahulu sebelum berfikir positif. Berfikir negative ini bukan yang pesimis seperti diatas tadi ya, tapi hanya memikirkan terjadi nya kemungkinan terburuk sehingga kita sudah siap untuk menghadapi nya dengan segala kemampuan.

Contoh gampang nya seperti ini, Saya dapat tawaran freelance untuk mengerjakan project sistem pemerintahan yang lumayan kompleks dengan jangka waktu 4 bulan (misalnya) dan tanpa team. Tentu nya jangka waktu seperti ini sangat singkat ya, otomatis biasanya freelancer menolak tawaran ini karena udah pesimis duluan karena project nya ga bakal kelar. Nah dari simulasi kasus seperti ini mari kita coba implementasikan teori yang kita bahas kali ini, yakni negatif dulu baru positif.

PERTAMA

Kita berpikir negatif dulu. Apa kira kira kemungkinan terburuk dari kondisi seperti ini?

  1. Project tidak selesai,
  2. Pengerjaan yang buru buru, sehingga akan banyak bug yang muncul,
  3. Kodingan gak rapi, susah maintenance kode,
  4. dll

KEDUA

Dari kemungkinan terburuk itu, kita jadi punya pegangan bagaimana cara menanggulangi / menghadapi kondisi kegagalan seperti itu (preventive), misalnya

  1. Memetakan dan membuat design system yang benar benar bagus dan jelas.
  2. Manajemen waktu yang bagus, misalnya sehari wajib koding 12 - 13 jam :D.
  3. Mulai bekerja dengan metode TDD (Test Driven Development).
  4. Menggunakan Reusable code dan Don't Repeat Yourself.
  5. dll

KETIGA

Biarkan Positive thinking menghampiri anda. Dan satu lagi catatan penting, jangan sampai negative thinking yang berlebihan menguasai dan menggerogoti semangat anda.


Semoga artikel yang sok bijak kali ini bisa bermanfaat buat teman - teman pembaca sekalian.

Thanks for stopping by

Sumber : Otak kanan saya ...